Senin, 26 Maret 2012

Bagian-bagian SEL / Penyusun SEL Lengkap



SEL &
BAGIAN-BAGIANNYA


DAFTAR ISI
BAB I PENDAHULUAN
A.     Latar Belakang
B.     Rumusan Masalah
C.     Tujuan Masalah

BAB II PEMBAHASAN
A.   Pengertian Sel
B.   Penyusun Sel
1.      Membran plasma
2.      Sitoplasma
a.       Mitokondria
b.      Plastisida
c.       Vakuola
d.      Badan golgi
e.       Retikulum endoplasma
f.       Lisosom
g.       Sitoskeleton
h.      Sentriol
i.        Ribosom
3.      Inti Sel
4.      Dinding Sel
C.   Tipe Sel
1.      Prokariotik
2.      Eukariotik
BAB III PENUTUP
A.     Kesimpulan
B.      Saran
BAB IV DAFTAR PUSTAKA




BAB I
PENDAHULUAN
A.      Latar belakang Masalah
Tiap – tiap jenis kehidupan, mulai dari mahluk hidup sederhana seperti virus yang bersel satu sampai manusia yang mempunyai susunan sel yang lebih rumit, mempunyai sifat – sifat fungsional tersendiri.
Unit dasar tubuh, mulai virus sampai manusia adalah sel, dan tiap – tiap organ sebenarnya merupakan kumpulan banyak sel yang tidak sama, yang bersama – sama digabungkan oleh struktur penyokong interasel. Tiap – tiap jenis sel secara khusus beradaptasi untuk melakukan suatu fungsi tertentu, misalnya sel – sel yang menyusun lamela insang di satu pihak, bertugas dalam pertukran gas dan di pihak lain bertugas pula sebagai tempat pertukaran ion – ion dan air. Sel darah merah berfungsi mengangkut oksigen dari insang ke jaringan, sel hati berperan sebagai mesin pembaru bagi bahan – bahan yang sudah rusak sehingga dapat dipergunakan kembali bagi tubuh dan lain – lain.
Sel mampu untuk hidup, tumbuh, dan melakukan fungsi – fungsi khususnya selama tersedia oksigen, glukosa, berbagai ion, asam amino, dan asam lemak yang sesuai dalam lingkungan internal sel. Selanjutnya semua kehidupan sel pada hakikatnya mempunyai lingkungan yang sama, yaitu cairan ekstrasel mengandung ion natrium, klorida dan bikarbonat dalam jumlah besar, serta nutrien untuk sel, seperti oksigen, glukosa, asam lemak, asam amino, juga karbondioksida yang selanjutnya diangkut ke insang untuk dieksresi.
Dalam tulisan ini akan dikaji lebih lanjut lagi mengenai pengertian, fungsi dan struktur sel serta tipe sel.
B.       Rumusan Masalah
Atas dasar penentuan latar belakang dan identiikasi masalah diatas, maka kami dapat mengambil perumusan masalah sebagai berikut:
1.    Apa komponen-komponen yang ada di dalam sel?
2.    Apa fungsi dan struktur sel?
3.    Apa perbedaan antara sel prokariotik dan eukariotik?

C.       Tujuan Penulisan
       Adapun tujuan makalah ini yaitu:
1.    Untuk mengetahui komponen-komponen yang ada di dalam sel..
2.    Untuk mengetahui fungsi dan struktur sel
3.    Untuk mengetahui perbedaan antara sel prokariotik dan eukariotik sel.


BAB II
PEMBAHASAN

A.        PENGERTIAN SEL
Sel adalah bagian struktural dan fungsional dari setiap organisme.  Beberapa organisme, misalnya bakteri, merupakan uniseluler, yaitu terdiri dari hanya satu sel saja.  Beragam organisme lainnya, misalnya manusia, adalah multiseluler (manusia diperkirakan memiliki 100.000 miliar sel dalam tubuhnya).  Teori tentang sel yang pertama kali dikemukakan pada abad ke-19 menyatakan bahwa semua organisme tersusun atas satu atau lebih sel.  Setiap sel berasal dari sebuah sel lainnya.  Seluruh fungsi vital bagi organisme terjadi di dalam sel dan sel-sel tersebut mengandung informasi genetik yang dibutuhkan untuk mengatur fungsi sel dan memindahkan informasi kepada sel-sel generasi berikutnya.
Kata "sel" berasal dari kata dalam bahasa Latin "cella", yang artinya adalah "ruang kecil".  Nama ini dipilih oleh Robert Hooke karena ia melihat adanya kesamaan antara sebuah sel dan sebuah ruangan kecil.
Setiap sel memenuhi kebutuhannya sendiri dan merawat dirinya sendiri pula.  Mereka bisa mengambil zat-zat nutrisi, mengubahnya menjadi energi, menjalankan fungsi-fungsi khususnya, dan bereproduksi jika dibutuhkan.  Setiap sel menyimpan seperangkat instruksinya sendiri untuk melakukan aktivitas-aktivitas tersebut.
Salah satu cara untuk mengklasifikasikan sel adalah dengan mengamati apakah mereka hidup menyendiri atau berkelompok.  Organisme-organisme beragam dari yang hanya memiliki satu sel (disebut sebagai organisme uniseluler) yang berfungsi dan mempertahankan diri kurang lebih secara independen, atau membentuk koloni-koloni dan hidup bersama, sampai pada sel-sel multiseluler di mana sel-sel tersebut memiliki spesialisasi masing-masing dan biasanya tidak mampu bertahan hidup jika saling dipisahkan.  220 jenis sel dan jaringan membentuk tubuh manusia.
B.        PENYUSUN SEL
1.     Membran Plasma
Membran sel sering juga disebut membran plasma. Membran sel merupakan bagian paling luar yang membatasi isi sel dengan sekitarnya (kecuali pada sel tumbuhan, bagian luarnya masih terdapat dinding sel atau cell wall).
*        Struktur Membran Sel
-            Sel memiliki sistem penyimpanan materi di dalam sel yang serupa dengan suatu kontainer yang berupa membran plasma, suatu lapisan tipis yang tidak dapat diamati dengan mkikroskop cahaya.
-            Membran plasma ini memisahkan isi sel dari lingkungannya. Isi sel (cairan intra sel) berbeda dari lingkungan luarnya, misalnya dalam hal kandungan ion.
-            Sistem kompartementasi dapat terjadi karena adanya sistem membran plasma (membran sel) yang mampu mencegah proses difusi atau perpindahan molekul-molekul tertentu dari dalam ke luar atau sebaliknya dari luar ke dalam sistem membran.
-            Kompartementasi ini memungkinkan masing-masing organel mempunyai fungsi khusus.
-            Semua membran sel secara umum tersusun oleh lipid dan protein, disamping juga karbohidrat dan memiliki struktur umum yang sama. Lipid, protein dan karbohidrat tersebut secara bersama menyusun membran plasma atau membran internal.
-            Membran sel berupa selaput tipis, disebut juga plasmalema.
-            Tebal membran antara 5-10 nm
-            Apabila diamati dengan mikroskop cahaya tidak terlihat jelas, tetapi keberadaannya dapat dibuktikan pada waktu sel mengalami plasmolisis.                                               

*        Fungsi Membran Plasma
-            Membran plasma mempunyai fungsi, sifat, struktur, dan sistem transport yang sangat penting bagi proses hidup suatu sel.
-            Fungsi membran plasma yaitu untuk
-            membungkus sel, membatasi perluasan sel, sebagai filter yang sangat selektif
-            merupakan alat untuk transport aktif, mengontrol masuknya nutrien dan keluarnya hasil metabolisme
-            menjaga perbedaan konsentrasi ion di dalam dan di luar sel
-            serta sebagai sensor untuk sinyal-sinyal yang terdapat di luar sel.

2.    Sitoplasma
Sitoplasma adalah bagian sel yang terbungkus membran sel. Pada sel eukariota, sitoplasma adalah bagian non-nukleus dari protoplasma. Pada sitoplasma terdapat sitoskeleton, berbagai organel dan vesikuli, serta sitosol yang berupa cairan tempat organel melayang-layang di dalamnya. Sitosol mengisi ruang sel yang tidak ditempati organel dan vesikula dan menjadi tempat banyak reaksi biokimiawi serta perantara transfer bahan dari luar sel ke organel atau inti sel.
Walaupun semua sel memiliki sitoplasma, setiap jaringan maupun spesies memiliki ciri-ciri yang jauh berbeda antara satu dengan yang lain.
Di dalam sitoplasma terdapat oraganel-organel sel berikut ini :


a.     Mitokondria
      
Mitokondria adalah energy sel yang berisi protein dan benar-benar merupakan “Gardu Tenaga”. Gardu tenaga ini mengoksidasi makanan dan mengubah energy menjadi adenosine trifosfat atau ATP. ATP menjadi agen dalam berbagai reaksi termasuk system enzim. Mitokondria penuh selaput dalam yang tersusun seperti akordion dan meluaskan permukaan tempat terjadinya reaksi.
Mitokondria merupakan penghasil ATP dimana berfungsi untuk respirasi pada mahluk hidup berlangsung. Respirasi merupakan proses perombakan atau  katabolisme untuk menghasilkan energy atau tenaga yang brlangsungnya proses hidup. Bentuk mitokondria beraneka ragam ada yang bulat, oval,silindris seperti pada raket dan ada pula juga yang tidak beraturan. Namun  secara umum dapat dikatakan bahwa mitokondria berbentuk butiran atau benang. Mitokondria mempunyai sifat plastis aritinya bentuknya mudah berubah ubah. Ukurannya seperti bakteri dengan diameter 0,5 - 1┬Ám. Mitokondria baru terbentuk dari pertumbuhan serta pembelahan mitokondria yang telah ada sebelumnya (seperti pembelahan bakteri). Penyebaran dan jumlah mitokondria di dalam tiap sel tidak sama dari hanya satu hingga beberapa ribu. Pada sel sperma, mitokondria tampak berderet-deret pada bagian ekor yang digunakan untuk bergerak. Dengan demikian  mitokondria adalah “ Pembangkit Tenaga” bagi sel oleh sebab itu mitokondria disebut juga sebagai “The Power House”


b.    Plastisida
Plastida adalah organel yang menghasilkan warna pada sel tumbuhan. Plastid dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Organel ini hanya terdapat pada sel tumbuhan. Dikenal tiga jenis plastid yaitu:
·           Leukoplas
Plastida ini berwarna putih berfungsi sebagai penyimpanan makanan terdiri dari:
-            Amiloplas (untuk menyimpan amilum)
-            Elaioplas atau Lipidoplas (untuk menyimpan lemak)
-            Proteoplas (untuk menyimpan protein)
·           Kroloplas
Merupakan plastid berwarna hijau kloroplas yang berkembang dalam batang dan sel daun mengandung pigmen hijau yang dalam fotosintesis menyerap tenaga matahari untuk mengubah karbon dioksida menjadi gula, yakni sumber energy kimia dan makanan bagi tumbuhan. Kloroplas memperbanyak diri dengan memisahkan diri secara bebas dari pembelahan inti sel. Plastida ini berfungsi menghasilkan klorofil dan sebagai tempat berlangsungnya fotosintesis

·           Kromoplas Yaitu plastid yang mengandung pigmen misalnya
-            Fikosianin menimbulkan warna biru misalnya pada Cyanohyta
-            Fikoeritrin menimbulkan warna merah misalnya pada rhodophyta
-            Karoten menimbulkan warna keemasan misalnya pada wortel dan Chrysophyta (gagang keemasan)
-            Xantofil menimbulkan warna kuning misalnya pada daun yang tua
-            Fukosatin menimbulkan warna pirang misalnya pada phaeophyta (gagang cokelat)
.
Kloroplas dan plastida lainnya memiliki membran rangkap. Membran dalam melingkupi matriks yang dinamakan stroma. Membran dalam ini terlipat berpasangan yang disebut lamela. Secara berkala lamella ini membesar sehingga membentuk gelembung pipih terbungkus membran dan dinamakan tilakoid. Struktur ini tersusun dalam tumpukan mirip koin. Tumpukan tilakoid dinamakan granum.

 

Gambar Klloroplas (merupakan salah satu jenis  plastid pada tumbuhan).

c.     Vakuola
Beberapa ahli tidak memasukkan vakuola sebagai organel sel. Benda ini dapat dilihat dengan mikroskop cahaya biasa. Vakuola adalah organel sitoplasma yang berisi cairan yang dibatasi oleh suatu membran atau selaput itu menjadi pembatas antara vakuola dengan sitoplasma disebut tonoplas.
Vakuola berisi:
·         Gas
·         Asam Amino
·         Garam-Garam Organik
·         Glikosida
·         Tanin(Zat penyamak)
·         Minyak eteris(ms,jasmine pada melti,roseine,paa mawar zingiberine pada jahe)
·         Alkaloid(mis,kafein pada biji kopi,kinin pada kulit kina,nikotin pada daun tembakau,tein pada daun teh,teobromin pada buah atau biji cokelat,solanin pada umbi kentang,likopersin,dan lain-lain
·         Enzim
·         Butir-butir pati
Vakuola besar sel tumbuhan barkembang dengan adanya penggabungan dari vakuola-vakuola yang lebih kecil, yang diambil dari reticulum endoplasma dan apparatus golgi. Melalui hubungan ini vakuola merupakan bagian terpadu dari systemen domembran.